Showing posts with label bangsa Arya. Show all posts
Showing posts with label bangsa Arya. Show all posts

Tuesday, 26 November 2013

ILMU SEJARAH DAN BERBAGAI ASPEKNYA




ILMU SEJARAH
1.secara Etimologi
Kata sejarah secara harafiah berasal dari kata Arab (شجرة: šajaratun) yang artinya pohon. Dalam bahasa Arab sendiri, sejarah disebut tarikh (تاريخ ). Adapun kata tarikh dalam bahasa Indonesia artinya kurang lebih adalah waktu atau penanggalan. Kata Sejarah lebih dekat pada bahasa Yunani yaitu historia yang berarti ilmu atau orang pandai. Kemudian dalam bahasa Inggris menjadi history, yang berarti masa lalu manusia. Kata lain yang mendekati acuan tersebut adalah Geschichte yang berarti sudah terjadi.
Dalam istilah bahasa-bahasa Eropa, asal-muasal istilah sejarah yang dipakai dalam literatur bahasa Indonesia itu terdapat beberapa variasi, meskipun begitu, banyak yang mengakui bahwa istilah sejarah berasal-muasal,dalam bahasa Yunani historia. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan history, bahasa Prancis historie, bahasa Italia storia, bahasa Jerman geschichte, yang berarti yang terjadi, dan bahasa Belanda dikenal gescheiedenis.
Menilik pada makna secara kebahasaan dari berbagai bahasa di atas dapat ditegaskan bahwa pengertian sejarah menyangkut dengan waktu dan peristiwa. Oleh karena itu masalah waktu penting dalam memahami satu peristiwa, maka para sejarawan cenderung mengatasi masalah ini dengan membuat periodisasi.

2.Definisi sejarah
.Sejarah, babad, hikayat, riwayat, atau tambo dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau atau asal-usul (keturunan) silsilah.
Istilah Sejarah berasal dari bahasa Arab yaitu Syajaratun yang berarti Pohon. Penggunaan kata tersebut dalam konteks masa lalu mengacu pada pohon silsilah. Dalam hal ini arti sejarah itu hanya mengacu pada masalah asal usul atau keturunan seseorang. Kata Sejarah yang lebih dekat dengan pengertian, terkandung dalam bahasa Yunani yaitu Historia yang berarti Ilmu atau Orang pandai. Sedangkan dalam bahasa Inggris, History yaitu masa lampau umat manusia dan dalam bahasa Jerman, Geschichte yaitu sesuatu yang telah terjadi.

3. Pengertian sejarah menurut para ahli
:(1)      Menurut "Bapak Sejarah" Herodotus, Sejarah ialah satu kajian untuk menceritakan suatu perputaran jatuh bangunnya seseorang tokoh, masyarakat dan peradaban.
(2)      Ibnu Khaldun, mendefinisikan sejarah sebagai catatatan umat manusia atau peradapan dunia dan tentang perubahan-perubahan yang terjadi pada watak masyarakat itu.

(3)      Aristoteles, menyatakan bahwa sejarah adalah suatu system yang meneliti suatu kejadian dalam bentuk kronologi dan semua pristiwa masa lalu mempunyai catatan dan bukti-bukti yang kuat.

(4)      JV. Briche, sejarah adalah: “It is the record of what man has thought, said and done“. (sejarah adalah rekaman/catatan mengenai apa yang telah difikirkan,dikatakan dan dilakukan oleh manusia)

(5)      Patrick Gardiner, mengatakan : “History is the study of what human beings have done“. (sejarah adalah ilmu tentang apa yang telah dilakukan oleh manusia)

(6)      Taufik Abdullah, mendefinisikan sejarah adalah kejadian masa lampau dan cerita tentang kejadian itu.

(7)      Moh. Yamin, mengatakan bahwa: sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan beberapa peristiwayang dapat dibuktikan dengan kenyataan.

(8)      Koentowidjojo: Sejarah adalah rekonstruksi masa lalu tentang apa yang dipikirkan, dikatakan, dikerjakan, dirasakan dan dialami manusia.

(9)      Sartono Kartidirdjo: Sejarah adalah berbagai bentuk penggambaran tentang pengalaman kolektif di masa lampau.

(10)  Mohammad Ali: Sejarah adalah berbagai bentuk penggambaran tentang pengalaman kolektif di masa lampau.
.:. Dari beberapa uraian di atas dibuat kesimpulan I bahwa sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari segala peristiwa atau kejadian yang telah terjadi pada masa lampau dalam kehidupan umat manusia. Dalam kehidupan manusia, peristiwa sejarah merupakan suatu peristiwa yang abadi, unik, dan penting.
a.       Pristiwa tersebut hanya terjadi 1 kali (unik). Artinya peristawa tersebut tidak akan terulang dan hanya terjadi pada zaman, tempat, atau orang yang sama.
b.
      Peristiwa tersebut penting dan besar pengaruhnya.
c.
       Peristiwa tersebut abadi. Artinya peristiwa tersebut tidak berubah-ubah dan tetap dikenang sepanjang masa.

4.Klasifikasi

Karena lingkup sejarah sangat besar, perlu klasifikasi yang baik untuk memudahkan penelitian. Bila beberapa penulis seperti H.G. Wells, Will Durant, dan Ariel Durant menulis sejarah dalam lingkup umum, kebanyakan sejarawan memiliki keahlian dan spesialisasi masing-masing.
Ada banyak cara untuk memilah informasi dalam sejarah, antara lain:
  • Berdasarkan kurun waktu (kronologis).
  • Berdasarkan wilayah (geografis).
  • Berdasarkan negara (nasional).
  • Berdasarkan kelompok suku bangsa (etnis).
  • Berdasarkan topik atau pokok bahasan (topikal).
Dalam pemilahan tersebut, harus diperhatikan bagaimana cara penulisannya seperti melihat batasan-batasan temporal dan spasial tema itu sendiri. Jika hal tersebut tidak dijelaskan, maka sejarawan mungkin akan terjebak ke dalam falsafah ilmu lain, misalnya sosiologi. Inilah sebabnya Immanuel Kant yang disebut-sebut sebagai Bapak Sosiologi mengejek sejarah sebagai "penata batu-bata" dari fakta-fakta sosiologis.
Banyak orang yang mengkritik ilmu sejarah. Para pengkritik tersebut melihat sejarah sebagai sesuatu yang tidak ilmiah karena tidak memenuhi faktor-faktor keilmuan, terutama faktor "dapat dilihat atau dicoba kembali", artinya sejarah hanya dipandang sebagai pengetahuan belaka, bukan sebagai ilmu. Sebenarnya, pendapat ini kurang bisa diterima akal sehat karena sejarah mustahil dapat diulang walau bagaimana pun caranya karena sejarah hanya terjadi sekali untuk selama-lamanya. Walau mendapat tantangan sedemikian itu, ilmu sejarah terus berkembang dan menunjukkan keeksisannya dalam tataran ilmu.

 5. Sejarah Sebagai Peristiwa, Kisah, Ilmu dan Seni

a)Sejarah sebagai peristiwa berarti bahwa kejadian itu pernah ada dan benar-benar terjadi serta bisa dibuktikan secara ilmiah.

b)Sejarah sebagai Kisah, selain peristiwa itu ada, juga bisa dikisahkan atau bisa diceritakan kembali.

c) Sejarah sebagai ilmu bahwa sejarah merupakan pengetahuan masa lampau yang disusun secara sistematis dengan metode kajian secara ilmiah untuk mendapatkan kebenaran mengenai peristiwa masa lampau dan menggunakan metode analitis yaitu hasilnya harus dapat diverifikasi dan dapat disetujui atau ditolak oleh para ahli.
Sejarah sebagai ilmu juga memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

1 Empiris, yang artinya berdasarkan pengalaman

2. Memiliki objek, yang artinya sejarah harus memiliki tujuan dan objek materiil atau sasaran          yang jelas. objek kajian sejarah ialah kejadian-kejadian di masa lalu yang merupakan sebab akibat

3. Memiliki Teori, artinya sejarah juga sama seperti ilmu-ilmu lain yang mempunyai teori yang berisi kumpulan kaidah-kaidah pokok suatu ilmu.

4.adanya metode sejarah yang menghubungkan bukti-bukti sejarah
Metode, merupakan suatu system untuk menggarap sumber atau data sejarah, mulai dari penelitian sampai penulisan.

5.kisah sejarah tersusun secara sistematis dan kronologis;
6.kebenaran fakta diperoleh dari penelitian sumber yang disusun secara rasional dan kritik (penilaian) yang sistematis;
7.  fakta bersifat subjektif karena tiap orang melihat masa lampau dengan cara yang berbeda. Kebenaran hanya "milik" peristiwa ini sendiri. Namun kebenaran fauna adalah juga objektif, maksudnya kebenaran harus diakui oleh intersubjektivitas atau diakui oleh banyak sejarawan dan masyarakat luas.


d)    Sejarah sebagai seni mengandung arti bahwa dalam penyajian dari hasil penyelidikan itu disusun dalam suatu rangka tertentu sehingga dapat menarik perhatian orang dan dapat mempengaruhi sikap jiwanya.
Ciri-ciri sejarah sebagai seni :
a.       Intuisi, yaitu pemahaman langsung dan insting selama masa penelitian langsung.
b.      Imajinasi, yaitu dengan imajinasi sejarawan akan bisa membayangkan apa yang sebenarnya terjadi atau apa yang sedang terjadi.
c.       Emosi, sejarawan dituntut menumbuhkan rasa emosionalnya untuk menumbuhkan rasa empati dan menyatakan perasaan dengan objeknya.
d.      Gaya Bahasa, sejawan juga dituntut menggunakan gaya bahasa yang baik dalam penulisan sejarah.

6.Periodeisasi dan Kronologi Dalam Sejarah

a) Periodeisasi Sejarah
Sejarah merupakan sebuah proses perjalanan waktu yang sangat luas dan panjang areanya . dalam rentang waktu itulah sejarah melewati ratusan bahkan ribuan tahun dengan melibatkan perubahan dalam kehidupan manusia yang sangat banyak . mengkaji semua peristiwa sejarah yang luas dan panjang secara rinci sangatlah susah, untuk itulah maka digunakan pemisahan yang biasanya didasarkan pada momentum tertentu.Suatu momentum yang dapat memberikan petunjuk adanya karakteristik dari suatu kurun waktu yang satu berbeda dengan kurun waktu lainnya . hal itulah yang dinamakan dengan periodisasi sejarah. Contoh periodisasi sejarah dalam masyarakat tradisional biasanya di dasarkan pada kurun waktu kekuasaan raja
Secara umum periodisasi sejarah Indonesia dikelompokan menjadi beberapa jaman yaitu :
-prasejarah (jaman batau dan jaman logam )-masuk dan berkembangnya pengaruh budaya India-masuk berkembangnya islam
-jaman colonial
-jaman pendudukan jepang-revolusi kemerdekaan
-masa orde lama
-masa orde baru-masa reformasiTujuan di buatnya periodisasi bukan berarti memutuskan peristiwa yang satu dengan yang lainnya , karena dalam sejarah aspek kesinambungan dan kontinuitas merupakan suatu hal yang pokok



b) kronologi sejarah
Karena kompleksnya peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam kehidupan manusia pada setiap kurun waktu , maka peristiwa –peristiawa tersebut terlebih dahulu harus dikelompokan berdasarkan bentuk atau jenis tertentu (periodisasi) . setelah itu barulah disusun secara kronologis (berdasarkan urutan waktu kejadian ).Tujuan dibuatnya kronologi dalam sejarah adalah agar penyusunan berbagai peristiwa sejarah dalam periodisasi tertentu tidak tumpang tindih atau rancu dengan metode lainnya . kronologi sejarah berarti sesuai dengan urutan waktu kejadian dari peristiwa sejarah tersebut , sehingga tidak berlangsung secara loncat-loncat.  

4. Kegunaan Sejarah Dalam Kehidupan Masyarakat

Secara sederhana, Louis Gotschalk membagi kegunaan sejarah dalam 4 bagian yaitu:
1.       Rekreatif, artinya dengan membaca atau mempelajari sejarah, kita seolah-olah dibawa berpetualang menembus dimensi ruang dan waktu. Tanpa beranjak dari tempat, kita dibawa oleh sejarah untuk menyaksikan peristiwa-peristiwa yang jauh dari kita yang mungkin saja kita tidak tahu tempatnya atau kita tidak pernah ikut menyaksikan kejadian tersebut.
2.   Inspiratif, dalam hal ini suatu karya sejarah dapat memberikan inspirasi kepada para pembacanya atau yang mempelajarinya.
3.   Instruktif, bermaksud memberikan pelajaran mengenai suatu keterampilan atau pengetahuan (pengajaran) tertentu misalnya pengetahuan tentang taktik perang.
4.   Edukatif, berguna untuk mendapatkan kearifan dari masa lampau untuk melangkah ke masa depan. Contoh adanya slogan “jangan sekali-kali melupakan sejarah”. Menurut Travelyan belajar sejarah mempunyai 3 kegunaan antara lain:
a. Ilmiah yaitu berupa pengumpulan fakta dan penyaringan bukti.
b. Imajinatif yaitu menyeleksi dan mengkategorikan fakta yang telah dikumpulkan dan mengambil satu kesimpulan
c. Sastra yaitu penyajian hasil ilmu dan daya angan dalam bentuk yang menarik.
















DAPUS
Sumber : Cakrawala Sejarah 1 : untuk SMA / MA Kelas XI  / penulis, Wardaya ; editor, Sugiharti ; illustrator, Mulyanto . —  Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009.










Sunday, 24 February 2013

PERADABAN INDIA (makalah)


 




 PERADABAN INDIA




                                                 Disusun oleh :
                                   
                                   
                                    ^ Ai Elis Hilmi Lismayanti
          ^ Danu Nugraha
          ^ Ima Nurhalimah
          ^ Nenden Maesaroh
          ^ Rypan Supriatna
          ^ Usman Hidatullah
                                 


SMA NEGERI 19 GARUT

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjat kan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,karena berkat rahmat dan bimbingannya akhirnya kami dapat menyusun makalah ini.
Makalah ini kami susun dalam rangka memenuhi salah satu tugas mata pelajaran Sejarah  dan sebagai tambahan bagi referensi belajar kami mengenai bab pusat peradaban kuno di asia khususnya peradaban india,
Dalam segala keterbatasan yang ada,kami mencoba menuangkan yang terbaik dalam makalah ini,namun apabila di temui kelemahan dan kekurangan di dalam nya akan ,merupakan  suatu kebahagiaan bagi kami bila ada saran  dan pertimbangan ke arah perbaikan.
Akhirnya,semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua,AMIN……






                                                                                                          HORMAT KAMI




                                                                                                           PENYUSUN























 DAFTAR ISI
Kata pengantar………………………………………………………………………………….i
Daftar isi……………………………………………………………………………………......ii
Lembar pengesahan…………………………………………………………………………....iii
Bab I pendahuluan……………………………………………………………………………..1
1.1  latar belakang……………………………………………………………………….1
1.2  rumusan masalah …………………………………………………………………..1
1.3  tujuan penelitian ……………………………………………………………………1
1.4  metode penelitian…………………………………………………………………...1
Bab II landasan teori…………………………………………………………………………....2
Bab III pembahasan teori……………………………………………………………………….3
Bab IV penutup ………………………………………………………………………………...
4.1 kesimpulan  ………………………………………………………………………..
4.2 saran………………………………………………………………………………...
Daftar pustaka…………………………………………………………………………………..


































           
            Di ajukan untuk memenuhi salah satu tugas pada mata pelajaran sejarah












                                                                                                   Guru mata pelajaran































Bab 1 PENDAHULUAN

1.1  latar belakang

Peradaban India adalah salah satu peradaban tertua di dunia, yang mencakup lebih dari 4000 tahun yang memiliki banyak peninggalan kuno yang bernilai sejarah tinggi.

1.2  Rumusan masalah

1. Bagaimana latar belakang geografis India ?
2.Suku bangsa apa saja yang ada di India ?
3.Siapakah bangsa Arya itu ?
4.Agama apa saja yang dianut oleh bangsa India ?
5.Bagaimana peradaban sungai indus di bangun ?
6.Apa saja peninggalan kebudayaan harappa ?
7.Apa saja peninggalan kebudayaan mohenjodare ?
8.apa inti dari  kitab ramayana dan mahabarata ?



1.3  tujuan penelitian

Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah untuk menambah pengetahuan dan diharapkan bermanfaat bagi kita semua.

1.4  metode penelitian

Penyusun  mempergunakan metode observasi dan kepustakaan.
Cara-cara yang digunakan pada penelitian ini adalah :
Studi Pustaka
Dalam metode ini penyusun membaca buku-buku yang berkaitan denga penulisan makalah ini dan browsing melalui internet

















LANDASAN TEORI Bab II


            Peradaban adalah sekumpulan konsep tentang kehidupan. Peradaban bisa berupa peradaban spiritual ilahiyah atau
peradaban buatan manusia.Peradaban spiritual ilahiyah lahir dari sebuah aqidah (dasar ideologi), seperti peradaban Islam yang lahir dari Aqidah Islamiyah. Sedangkan peradaban buatan manusia bisa lahir dari sebuah aqidah, seperti peradaban kapitalisme Barat, yang merupakan sekumpulan konsep tentang kehidupan yang muncul dari aqidah sekularisme (pemisahan agama dari kehidupan). Peradaban buatan manusia bisa pula tidak lahir dari sebuah aqidah, semisal peradaban Shinto, Yunani, Babilonia, dan Mesir Kuno juga india.


            India adalah India berasal dari kata yunani Indoi yang berarti bangsa yang mendiami daerah yang digenangi sungai indus, atau sindu dalam bangsa sangsekerta yang sekarang berada didaerah Pakistan. Orang india sering menggunakan nama Hindustan atau Sind yang berasal dari bahasa daerah yang berarti lembah sungai Sindhu. Banyak pula yang menggunakan sebutan Baharataverta yang berarti menyebutkan menempati india dari keluarga Bharata. Nama Aryaverta dipergunakan untuk menyebut india (negeri orang-orang Arya).




























Bab III PEMBAHASAN TEORI

Latar belakang geografis India

 

India yang dimaksudkan meliputi kawasan India, Pakistan, Banglades, Srilangka, yang secara geografis merupakan kawasan tunggal karena berada dalam sub anak benua atau sub kontinen India ,yang oleh ahli ilmu bumi kuno menyatakan daerah ini sebagai Chatuhsamsthana Samsthitam( terbentuk dari empat lekukan atau lekukan).sub continen india yang terbentang dari Himalaya sampai laut, dikela orang hindu sebagai Bharata-Versha atau tanah Bharata yakni seorang raja yang terkenal dalam cerita Purna. Daerah ini termasuk bagian kesatuan Jambu Dwipa yaitu daerah yang dipandang sebagai daerah yang terletak paling dalam dari tujuh benua –pulau menurut faham ahli ilmu perbintangan hindhu. Cerita purana tentang benua ini adalah khayalan , tetapi menurut cerita budha kuno menyatakan bahwa jambu Dwipa adalah wilayah yang dipakai sejak abad 3SM hingga akhir ini digunakan untuk menyebut daerah asia yang berada di luar cina yaitu wilayah kekuasaan keluarga dinasti Maurya .
India merupakan kawasan geografi berbentuk jajaran genjang raksasa yang mempunyai luas sekitar 2.520.300 Km2. luas daerah india menyebabkan secara geopolitik kawasan ini didiami oleh negeri-negeri yang berdaulat yang mempunyai sistem sosial dan politik yang berbeda, bahasa daerah, penduduk yang menempati, jumlah sekte agama yang berbeda membuat pemimpin India mempersatukan penduduk India sebagai Nation ( bansa) yang bulat.
Letak geografis India, bagian Selatan kawasan ini dibatasi oleh pegunbungan Himalaya yang membentang dari afganistan hingga assam di sebelah Timur yang panjangnya 2500km. dinding ini menjadikan rintangan untuk pendatang dari dunian luar bagian Utara. Hubungan dengan luarb dilakukan melaluyi celah Balan, Tochi, Gumal dan Kayber yang terletak di sebelah barat laut india, yang berada di sela-sela pegunungan hindukusi . dibagian Barat daya india terbentang pegunungan terjal menuruni laut Arab yang kaya akan hujan dikarenakan angin muson.

 Suku bangsa yang terdapat di India :

Suku bangsa: Indo-Aryan 72%, Dravida 25%, Mongoloid dan lain-lain 3%

Bangsa Arya

Bangsa Arya atau Indo Arya mendiami kawasan di sebelah timur sungai Indus: Diantara sungai Sutlej dan Yamuna. Arya adalah bangsa pengembara. Mereka memiliki kemampuan bersyair yang tinggi walau tidak mengenal bahasa tulis. Tradisi lisan ini merupakan transisi masa prasejarah dan sejarah. Diduga bahwa syair-syair yang dibuat oleh bangsa Arya dibuat setelah kebudayaan Harappa dan Mohenjodaro runtuh, sekitar 1500-1000 SM. Kedatangannya di India harus menyingkirkan terlebih dulu masyarakat sebelumnya, yakni masyarakat pendukung kebudayaan Mohenjodaro dan Harappa. Ciri masyarakat itu adalah berbahasa Dravida, dan tidak berhidung (menurut kitab Veda), bibir tebal, kulit hitam, dan menyembah dewa phallus (dewa kejantanan).
Bangsa Arya sangat menghargai wanita. Hal itu terbukti ketika para wanita dipercayakan untuk mengatur rumah tangga, membangi kurban, mengatur para budak dan anggota keluarga yang lain. Wanita juga ditugaskan menggiling gandum, mencuci alat-alat dapur, dan melahirkan anak (laki-laki). Budaya Arya sangat mendambakan anak-anak laki-laki, jika tidak diperoleh maka istri bisa dicerai. Begitupula ketika suami meninggal, maka sang istri harus menaiki pancake, tempat pembakaran jenazah suami dan ikut terbakar bersama suami. Abu jenazah serta tulang belulang dicuci dan disimpan dalam guci.
Kebiasaan lain bangsa Arya yaitu gemar melakukan lomba perang-perangan atau lomba memanah. Tari-tarian dilakukan dengan gembira yg diiringi dg music. Mereka juga punya kebiasaan bermain judi (permainan dadu). Perkawinan hanya terjadi pada wanita dewasa dan tidak dikenal poligami, kecuali para kepala suku. Bagi mereka perkawinan adalah sesuatu yang suci. Hal itu dapat dilihat dalam kitab veda: “Saya menggandeng tanganmu untuk kebahagiaan dan kebesaranmu sampai ke hari tua dengan saya suamimu”.

Agama yang dianut oleh bangsa India :

Hindu 80%, Muslim 14%, Kristen 2,4%, Sikh 2%, Budha 0,7%, Jain 0,5%, lainnya 0,4%

  Peradaban Sungai Indus

Kebudayaan lembah sungai indus

Pada masa purba sdi masa inter glasial II sekitar 400.000 hingga 200.000 SM. Sejarah manusia terlihat dari peninggalan yang purba yang berada di Lembah sungai indus yang terkenal peradaban harrapa dan Mohenjodaro sekitar 2300 SM. Letak kebudayaan lembah sungai indus di daerah perbukitan Bukistan yang menghasilkan kebudayaan Nal dan pantai Makran hingga sisi barat delta Indus menghasilkan kebudayaan. Kebudayaan harappa dan mohenjodaro berjarak 800 km yang terletak di sepanjang aliran sungai indus sampai Hyderabad( sekarang).Peradaban lembah sungai Indus:  Kebudayaan sungai indus terletak di lembah sungai Indus( sungai Sindhu) di daerah bagian Punjab( barat laut India). Kebudayaan ini berkembang sejak 3000 Sm. Penelitian kebudayaan dilakukan oleh arkeolog inggris bernama sir John Marshaal yang dibantu oleh Benerji ahli purbakala dari india
Berdasarkan penelitian ini kebudayaan india kuno berpusat di kota Mohenjodaro dan harappa, amri, dan Changko daro.


Pendukung  kebudayaan lembah sungai Indus adalah bangsa dravida dengan ciri kulit hitam, rambut keriting dan hidung pesek. Lembu jantan biasa dianggap sebagai binatang yang keramat demikian pula dengan gajah, badak dan buaya yang banyak di temukan dalam pahatan materai-materai. Mereka juga m,enyembah pohon-pohon besar. Yang ditemukan dalam lukisan –lukisan ( sema cam pohon Bodhi) yang oleh agama budha dianggap sebagai pohon suci.


Pertanian dan perdagangan merupakan tumpuan utama bangasa daravida dengan mempergunakan teknologi pertanmian yang maju dengan membuat saluran-saluran induk dari sungaiu indus. Kemajuan pertanian di lembah sungai indus didukung oleh kesuburan tanah akibat endapan-endapan lumpur yang
dibawa oleh sungai indus dari pegunungan Himalaya.
Di bidang perdagangan penduduk daravida berhubungan dengan bangsa sumeria di lemah sungai Eufrat dan tigris. Benda- benda yang diperdagangkan berupa barang-barang keeramik dan perhiasan yang terbuat dari emas dan perak dihias dengan batu permata. Hal ini terlihat dari peninggalan barang –barang india yang ada di sumeria  Mohenjodaro atau bukit mayat
Digunakan untuk menyebut sebuah bukit yang terletak di dataran Larkana di sebuah jalur sempit tanah yang terletak antara sungai subur sekarang disebut Nakhlistan atau Taman Sindhu. Berdiri sebuah pusat peradaban yaitu Mohenjodaro yang berulang-ulang hancur dikarenakan banjir dari sungai indus yang kemudian didirikan kembali sebanyak tujuh kali.

Bahan makan dari pertanian yang menjadi makanan pokok adalah Gandum kemudian Jawawut dan kurma.
Perternakan yang dikembangkan adalah  Kambing, babi , Ikan dan unggas. Hewan yang hidup berkembang di Mohenjodaro adalah lembu berklasa, kerbau, biri-biri , Gajah ,anjing dan unta yang dijinakkan.
 Kebanyakan daerah yang suka berperang alat-alat perang yang dipakai oleh bangsa
MOhenjodaro adalah buisur dan anak panah, Tameng, penutup kepala, atau baju Zirah. Senjata perang banyak dibuat dari tembaga, perunggu, dan batu.
Bannyak gambar binatang diatas materai yang menunjukkan mutu kesenian dan binatang yang tinggal di lembah sungai indus. Berkembang pula patung pahat dari batu. Materi ini dipakai dalam hubungan perdagangan.
Perdagangan dilakukan dengan daerah-daerah lain india dan asia dari celah-celah dan laut. Komoditi impor perdagangan india dari luar adalah Timah, tembaga, dan batu- batu mulia.  Pertanian adalah mata pencaharian pokok masyayrakat mohenjodaro karena berada di lembah sungai indus yang sering banjir sehingga subur.
 Kesuburan tanah ini digunakan penduduk bertani gandum , jawawut dan kapas yang ditanam dalam jumlah besar. Golongan  tukang kramik,tenun,kayu,batu, besi, mas adalah potensi mata pencaharian lain dari bertani.


Keagamaan mohenjodaro di lakukan pemujaan pada dewi Ibu yang berpengaruh pada patung-patung dewi ibu. Pemikiran penduduk percaya bahwa tenaga wanita sebagai sumber terciptanya segala makluk.
Menyembah dewa laki-laki yang disamakan prototipe dari dewa Siva hal ini
diperkuat beberapa potong batu yang terlihat seperti lingga Siva dewasa ini.
Kepercayaan lain adalah kepercayaan animisme,

Kemunduran peradaban lembah sungai indus antara lain:
1. sering mengalami bencana alam yaitu banjir dari sungai indus
2. adanya desakan dari bangsa Arya
3. perselisihan antara bangsa dravida sebagai pendukung kebudayaan
dengan pendukung kebudayaan lembah sungai Indus.


Peninggalan Kebudayaan Harappa

   Benda-benda yang ditemukan: arca-arca, patung (terra cotta) yang diukir seperti bentuk wanita telanjang dg dada terbuka. Ukiran itu member makna bahwa ibu merupaka sumber kehidupan; alat dapur dari tanah liat, periuk belanga, pembakaran dari batu keras (masih kuat sampai sekarang); sebuah patung pohon disamping dewa (gambaran kesucian pohon bodhi tempat Sidharta menerima wahyu) beberapa ratus tahun kemudian; arca-arca yg melukiskan lembu yg menyerang harimau; lembu yang bertanduk, sebagai gambaran bahwa mereka sangat mensuckan binatang. Hal ini tampak ketika masyarakat India mensucikan sapi sampai sekarang.


 Peninggalan Kebudayaan Mohenjodare
 
     Benda-benda yang ditemukan: huruf, bangunan, perhiasan, alat rumah tangga, permainan anak-anak yang sudah dihiasi berbagai seni gambar dan seni ukir yang indah, mereka telah mengenal biantang: gajah, unta, kerbau, anjing. Berdasarkan benda-benda yang ditemukan di Mohenjodaro, maka dapat disimpulkan bahwa peradaban Lembah Sungai Indus di Mohenjodaro sudah sangat tinggi.


KITAB RAMAYANA DAN MAHABARATA
Inti cerita tersebut adalah kisah perjalanan Bangsa Arya. Kedua, kedudukan pendeta tidak terlalu penting dibading ksatria. Ketiga, kemegahan yg terbesar adalah mati dalam pertempuran, yg bakal menjamin kemasyuran abadi. Prajurit harus ditopang dengan kejujuran ketika berhadapan dengan musuhnya. Sedangkan wanita digambarkan sebagai wanita setengah pria, yg menjadi teman sejati, sumber abadi dari sifat baik, kesenangan dan kekasih dalam keluarga. Istri yg baik adalah telam dalam kesunyian, seorang ayah yang member nasehat, dan suatu peristirahatan dalam menempuh pengembaraan hidup.




















BAB IV


PENUTUP
             
Demikian makalah tentang  Peninggalan peradaban India yang kami buat, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.             


  4.1 kesimpulan
  
   Peradaban LSI sama dengan kebudayaan di Sumeria dan Babylonia: mereka ahli dalam pembuatan barang batu dan logam; mengenal huruf pictograph (huruf yg terdiri dari gambar yg berbentuk binatang, seperti ikan. LSI juga dapat dikatakan lebih tinggi daripada di Eropa pada saat yang sama.

  4.2 Saran
 
   



































DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/peradaban
Sejarah Dunia oleh Mochammad Nazarudin
http://syaharuddin.wordpress.com/2009/09/18/kebudayaan-lembah-sungai-indus-abad-3-sm/