Showing posts with label MAKALAH. Show all posts
Showing posts with label MAKALAH. Show all posts

Tuesday, 22 October 2013

Jenis-jenis mekanisme pertahanan Diri



1. Represi (Repression), merupakanbentukpertahanan ego denganmenyingkirkanpikiran-pikiranatauingatan-ingatan yang tidakdiinginkan. Iaakansengajamelupakankenanganataupikiran yang tidakmenyenangkanatautidaksesuaidengankeinginannya. Contoh :Seorangwanita yang diputuskansecarasepihakolehpacarnya. Karenaiatidakinginmengingatkenangan-kenanganitu. Walaupuniasudahsengajamelupakannya alias kejadianinitidakberlangsungberlarut-larut, tetapiingatantersebuttetapmembekas di pikiranbawahsadardiadalambentuk trauma psikis.

2. Kompensasi, yaitudengancaramenutupikelemahandalamdirinyadenganmenonjol-nonjolkansifatlain, laludicarikepuasansecaraberlebihandalambidang lain tersebut.
Contoh :anak yang merasatakpandai di sekolahnyamenjadibersikapseolah-olahsepertijagoan di sekolah agar ditakutiolehteman-temannya.

3.  Konversi (Convertion), adalahmekanismekonflikemosional yang diekspresikankeluar. Misal :Seseorang yang sedang stress menjadimarah-marah, teriak-teriak, atauberolah raga.

4. Penyangkalanatau Denial, adalahmekanismedimanaseseorangmenghindarikenyataandansecaraasadarmenyangkaladanyakenyataantersebut. Iamenyangkalrealita yang dapatmenimbulkan rasa sakit, malu, ataucemas. Contoh :Seorangibu yang tidakterimabahwaanaknyaterlahirdengancacatsehinggaiamenitipkananaknyakesaudaranya yang jauh.
5. Pemindahan (Displacement), dimanaemosi-emosi yang terjadipadadirinya DILAMPIASKAN keobjek-objekatau orang lain. Contoh :Seoranganak yang habisdimarahiibunya. Karenakesal, ialalumemukuladiknyaataumenendangkucingnya.
6. Disosiasi, dengancaramemutuskanataumengubahbebanemosidalamdirinya. Contoh :Seseorang yang sedihditinggalmatiolehkekasihnya, kemudianiamenghiburdirinyasendiridenganmengatakan “sudahtakdirnya” atau “sekarangiasudahbahagia di surga”.
7. FantasiatauKhayalan, yaitutindakanmelamunatauberkhayaluntukmelakukanpelariandarikenyataandenganmemperolehkesenanganataukepuasan yang bersifatkhayalatautidaknyata. Contoh :Seseorang yang frustasidandepresikarenamenjomblokemudianiaberkhayalsudahpunyapasanganbahkanmungkinmaumenikahipasangan yang tidakrealtersebut.

8. Identifikasi, dimanaseseorangmempertinggihargadirinyadenganmempolakandirinyaserupadengan orang lain (biasanyaseorangidolaataufigur). Kemudianberusahamenyamakanpenampilan/dandandan, carabicara, maupunlogatnya. Contoh :SeseorangygngefansberatdenganpenyanyiRhomaIrama, laluberdandanpersisdengannyadanmenirugaya-gayabicaranya.

9. Introyeksi, proses dimanaseseorangmengambilemosikedalambentukegonyasendiri, kemudiandianggapsebagaiunsurkepribadiannyasendiri. Contoh :Seoranganak yang membenciseseorang, kemudianiakesaltetapiiamemukul-mukuldirinyasendiri.

10. Negativisme, yaitu proses perlawananpasifmaupunaktifterhadapkeharusanterhadapdirinyadenganmelakukanhal yang kebalikandenganseharusnya. Contoh :Seoranganak yang disekolahkanolehorangtuanya di sekolahan X. Namunkarenasianaktidaksukabersekolah di sekolahantersebutentahkarenagurunya, temanbarunya, ataulingkungannya, makaiakemudianseringmembolos.

11. Proyeksi, yaituseseorang yang melindungidirinyadaritabiat-tabiat, sikap, dankarakternyasendiri, ataupunperasaannyadenganmelemparkanataumenyalahkannyake orang lain. Contoh :Seorangmahasiswa yang tidaklolosmatakuliah, laluiamengatakanbahwadosennyasentimenterhadapdirinya.

12. Rasionalisasi, seseorang yang mencarialasan-alasan yang dibenarkanataudapatditerimaolehnormamaupun orang lain terhadaptindakannyaataupikirannya. Contoh :Seseorang yang diajak main bulutangkismenolakdenganberalasanbahwaiasedangsakitataubesokmauujian, padahalkarenatakutkalah. Contohlain :Seseorang yang benciterhadap Justin Beiber, lauiamengatakanbahwaalasannyaiahanyatidakseleradengan genre lagu yang dinyanyikanoleh JB, karenaiatakutdimusuhioleh fans-fans JB.

13. PembentukanReaksi, proses dimanamengambilobjekkedalamstrukturegonyasendiri agar tidakmenurutikeinginannya yang jelekdandiambilsikap yang sebaliknya. Contoh :Seorangmahasiswa yang bersikaphormatsecaraberlebihankepadadosen yang paling tidakdisukai.

14. Regresi, adalahkeadaanseseorang yang kembaliketingkatawalmenjadikurangmatangdankurangadaptif. Contoh :Seoranganak yang lebihtuatiba-tibakembalipunyakebiasaanhisapjempolataumengompolkarenaiamerasacemburuterhadapibunya yang terlalumemperhatikanadiknya.

15. Sublimasi, yaitukehendak-kehendakataupikiran-pikiranatautindakan-tindakanasadar yang tidakdapatditerimaolehlingkunganataumasyarakatdisalurkanmenjadiaktifitas yang memilikinilaisosial yang tinggi. Contoh :Seseorang yang sukaberkelahikemudianberalihmenjadiatletpetinju.

16. Menghapuskan (Undoing),  mekanismedimanaseseorangsecarasimbolikmengkompensasitindakanataupikirannya yang dianggapburukolehmasyarakatmaupunegonyasendiri. Conroh :Seorangsuami yang berselingkuh, kemudianiaseringmemberimacam-macamhadiahkepadaistrinyaagaktakketahuan.

17. Simpatisme, yaituberusahauntukmendapatkansimpatidari orang lain dengancaramenceritakanberbagaikesedihan&kesukarannya. Contoh :Seorangsiswiremajamenangisdanmenceritakansecaraterlaludramatisirkepadateman-temandansahabatnyatentangperistiwaiadiputuskansecarasepihakolehpacarnya, danberharapteman-temandansahabatnyasimpatipadanyadankemudianberharapmerekamelabrakmantanpacarnya.

Sunday, 20 October 2013

PSIKOLOGI SOSIAL



Ø  Sejarah Psikologi Sosial
Psikologi merupakan kata yang diambil dari bahasa Belanda “psycologie” atau dari bahasa Inggris “ psychology”. Ditinjau dari sudut asal katanya, kata psycologie dan psychology berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari dua buah kata, yaitu “psyce”  dan “logos” yang berarti jiwa dan ilmu. Berdasarkan kedua pengertian itu, maka orang dengan mudah memberikan batasan atau pengertian psikologi sebagai ilmu pengetahuan tentang jiwa atau sering disebut dengan “ilmu jiwa”. (Walgito,2002:1)
Pada tahun 1930, di Amerika Serikat telah dikembangkan psikologi yang secara khusus mempekajarti hubungan antar manusia. Akhirnya muncullah cabang ilmu baru dari ilmu jiwa ini yang kemudian dikenal dengan istilah psikologi sosial.
 Masalah-masalah yang menjadi fokus bahasannya adalah kegiatan-kegiatan manusia dalam hubungannya dengan kontek sosialnya.
Diantara kegiatan-kegiatan tersebut adalah kelompok organisasi, kepemimpinan nya, anggota atau pengikut nya, prilaku moral nya, kekuasaan nya, komunikasinya, dan kebudayaan nya ( Ahmadi, 2002 ).
Dalam kehidupan sehari-hari, hubungan diantara manusia tersebut ternyata tidak selamanya berjalan lancar. Adakalanya muncul kesalahpahaman, perselisihan, pertengkaran, permusuhan, bahkan peperangan. Lingkup kejadiannya tidak saja terjadi dalam skala yang kecil ditingkat keluarga dan lingkungan kelurahan tetapi juga bisa terjadi dalalm skala ynag lebih besar ditingkat nasional dan internasional. Dalm kajian psikologi sosial  hal ini terjadi karena tidak adanya kesamaan pandang terhadap suatu pola perilaku pada suatu struktur kelompok sosial. Masing-masing pihak merespon rangsangan sosial yang diterimanya dari lingkungan sosial, sehingga memunculkan sikap memilih atau menghindari sesuatu.
Peristiwa-peristiwa yang terjadi pada hubungan antar manusia tersebut mendorong para ahli untuk memberikan definisi operasional pada psikologi sosial karena dalam tatanan ilmu pengetahuan masih termasuk dalam ilmu yang baru terbentuk.

 Definisi psikologi sosial

1.      Roueck and Warren dalam bukunya “Sociology” memberikan batasan bahwa :”Psikologi sosial adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari segi-segi psycholois daripada tinghkah laku manusia, yang dipengaruhi oleh interaksi sosial.” Dalalm sefinsi ini telah dinyatakan bahwa interaksi amnusia telah nyata pengaruhnya pada tinghkah laku manusia.
2.      Boring, Langveld, and Weld dalam bukunya “ Foundations of Psychology” berpendapat bahwa: “Psikologi sosial adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari individu manusia dalam kelompokknya dan hubungan antara manusia dengan manusia.”
3.      Kimball Young (1956) menyatakan bahwa : “Psikologi sosial adalah studi tentang proses interaksiindividu manusia.”
4.      Krech, Crutchfield, dan Ballachey (1962) menytakn bahwa : “Psikologi sosial adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku individu di dlaam masyarakat.”
5.      Joseph E. Mc. Grath (1965) menyatakan bahwa : “Psikologi sosial adalah ilmu yang menyelidiki tingkah laku manusia sebagaiman dipengaruhi oleh kehadiran, keyakinan, tindakan, dan lambang-lambang dari orang lain.”
6.  Secord dann Backman (1974) menyatakan bahwa : “Psikologi sosial adalah ilmu yang mempelajari individu dalam kontek sosial.”
.:. “Psikologi sosial adalah suatu studi ilmiah tentang pengalaman dan tingkah laku individu-individu dalam hubungannya dngan situasi sosial.” Dengan demikian membicarakan psikologi sosial tidak dapat dilepaskan deri pembicaraan individu yang berhubungan dengan situasi-situasi sosial.

       Ø  Ruang Lingkup Psikologi Sosial
Psikologi Sosial yang menjadi objek studinya adalah segala gerak gerik atau tingkah laku yang timbul dalam konteks sosial atau lingkungan sosialnya. Oleh karenanya masalah pokok yang dipelajari adalah pengaruh sosial . Hal ini terjadi karena pengaruh sosial inilah yang mempengaruhi tingkah laku individu. Berdasarkan inilah Psikologi Sosial membatasi diri dengan mempelajari dan menyelidiki tingkah laku individu dalam hubungannya dengan situasi perangsang sosial (Ahmadi, 2005)
Objek pembahasan dari Psikologi Sosial tidaklah berbeda dengan psikologi secara umumnya. Bila objek pembahasan psikologia dalah manusia dan kegiatannya, maka Psikologi Sosial adalah kegiatan-kegiatan sisoalnya. Masalah yang dikupas dalam psikologi umum adalah gejala-gejala jiwa sep[erti perasaan, kemauan, dan berfikir yang terlepas deri alam sekitar.Sedangkan dalam Psikologi Sosial masalah yang dikupas adalah manusia sebagai anggota masyarakat, seperti hubungan individu dengan individu yang lain dalam kelompoknya.
Psikologi Sosial dalam membicarakan objek pembahasannya dapat pula bersamaan dengan sosiologi. Masalah-masalah sosial yang dibicarakan dalam sosiologi adalah kelompok-kelompok manusia dalam satu kesatuan seperti macam-macam kelompok, perubahan-perubahannya, dan macam-macam kepemimpinannya. Sedangakan dalam Psikologi Sosial adalah meninjau hubungan individu yang satu dengan yang lainnya seperti bagaimana pengaruh terhadap pimpinan, pengaruh terhadap anggota, pengaruh terhadap kelompok lainnya.
Persamaaaan-persamaan pembahasan sebagaimana penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa ruang lingkup pembahasan Psikologi Sosial berada pada ruang antara psikologi dan sosiologi. Titik persinggungan inilah yang dalam sejarah pertumbuhan ilmu pengetahuan memunculkan ilmu baru dalam lapanagn psikologi, yakni Psikologi Sosial. Psikologi Sosial merupakan bagian dari psikologi yang secara khusus mempelajari tingkah laku manusia atau kegiatan-kegiatan manusia dalam hubungannya dengan situasi-situasi sosialnya. (Ahmadi, 2002)

Ø  Tujuan Psikologi Sosial
1.      Membekali peserta didik dengan pengetahuan Psikologi Sosial sehinggat tidak terpenagruh, tersugesti, atau terpengaruh oleh situasi sosial yang selamanya tidak bernilai baik.
2.      Membekali peserta didik dengan kemampuan memngiudentifikasi, mengnalisa dan menyusun alternatif pemecahan masalah-masalah sosial secara teap dan sisitematis mengenai proses kejiwaan yang berhubuunagn dengan kehidupn bersama.
3.      Membekali peserta didik dengan kemampuan berkomunikasi denagn sesama warga masyarakat sehingga memudahkan dalam melakukan pendekatan untuk mewujudkan perubahan dan pengrahan kepada tujuan denagn sebaik-baiknya.
4.      Membekali peserta didik denagn kesadaran terhadap lingkungan sosial sehingga mampu merubah sifat dan sikap sosialnya.
5.      Membekali peserta didik denagn kemampuan mengembangkan pengetahuan dan keimuan psikologi sosial sesuai dengan perkembangan kehidupan, perkembanagn masyarakat \, perkembanagn ilmu, dan perkembangan teknologi.

Ø  Konsep dasar Psikologi Sosial dan implementasinya dalam kehidupan msyarakat
Sebagaiman ilmu-ilmu sosial, objek pembahasan psikologi sosial adalah terpusat kepada kehidupan manusia. Manusia adalah salah satu ciptaan Tuhan yang memiliki kecerdasan, kesadaran, dan kemauan yang tinggi dibandingkan dengan makhluk-makhluk-Nya yang lain. Kelebihan inilah yang mendorong manusia mampu menguasai alam, menakklukkan makhluk yang lebih kuat, dan menciptakn segala sesuatu yang dapat menyempurnakan dirinya. Hal ini bisa tercapai karena dalam diri manusia terdapat potensi yang selalu mengalami proses perkembangan setelah individu tersebut berinteraksi dengan lingkungannya.
Potensi-potensi yang dimiliki manusia sehingga membedakan dengan makhluk ciptaan Tuhan yang lainnya adalah sebagai berikut (Ahmadi,2002).
1.      Kemempuan menggunakan bahasa. Kemampuan berkomunikasi dengan menggunakan bahasa ini hanyalah semata-mata terdapat pada manusia dalam pengertian bisa merubah, menambah, dan mengembangkan bahasa yang dugunakan. Sedangkan pada binatang memang ada tetapi masih sangat sederhana sekali dan terbatas pada bunyi suara yang merupakan isyarat atau tanda-tanda.
2.      Adanya sikap etik. Dalalm setiap masyarakat pasti terdapat peraturan atau norma-norma yang mengatur tingkah laku anggota anggotanya baik itu masyarakat modern maupun masyarakat yang masih terbelakang sekalipun norma tersebut merupakan ketentuan apakah sesuatu perbuatan itu dipandang baik atau buruk. Norma tersebut tidak selau sama antara msyarakjat satui dengan yang lainnya sesuai dengan adat kebiasaan, agama, dan perkembanagn kebudayaan umumnya dimana dia hidup. Individu sebagai anggota masyarakat berusaha untuk berbuat sesuai dengan norma yang berlaku dalam masyarakat karena adanya sikap etik yang dimilikinya. Namun demikian sesuai dengan tuntutan kebudayaan manusia berusaha untuk menyempurnakan norma yang telah ada.
3.      Hidup dalam 3 dimensi waktu. Manusia memiliki kemampuan untuk hidup dalam 3 dimensi waktu. Manusia mampu mendasarkan tingkah lakunya pada pengalaman masa lalunya, kebutuhan-kebutuhan sekarang, dan tujuan yang akan dicapai pada masa yang akan datang. Pengalaman-pengalaman masa lalu merupakan pegangan bagi perbuatan-perbuatannya masa sekarang, sehingga kesalahan yang sama tidak akan selalu terulang-ulang. Pengalaman-penaglaman yang tidak baik diingat untuk tidak berbuat lagi sedangkan pengalaman-pengalaman yang baik dipegang untuk pedoman dalam kegiatan-kegiatannya masa kini yang kemudian kegiatan tersebut diarahkan untuk mencapai tujuan yang akan datang dengan sebaik-baiknya. Dengan perkataan lain bahwa manusia dapat merencanakan apa yang akan diperbuat dan apa yang akan dicapai.
Ketiga potensi di atas oleh para ahli dijadikan sebagai syarat “human minimum”. Oleh karenanya biak tidak terdapat ketiga potensi ini maka akan sukar untuk dikelompokkan sebagai masyarakat manusia. Pemahaman ini selanjutnya akan mendorong untuk meningkatkan kecakapan dan potensi diri pribadinya.
Dengan potensinya tersebut, manusia juga disebut sebagai makhluk monopluralis. Disebut demikian karena manusia dapat dipandang sebagai makhluk individu, sosial, dan ber-Tuhan.
1.      Makhluk individu. Manusia sebagai makhluk  individual berarti manusia itu mnerupakan suatu totalitas .individu berasal dari kata in-dividere yang berarti tidak dapat dipecah-pecah. Dalam aliran modern, ditegaskan bahwa jiwa manusia itu meruoakan satu kesatuan jiwa raga yang berkegiatan secara keseluruhan.
2.      Makhluk sosial. Manusia tidaklah mungkun hidup sendiri tanpa danya komunikasi dengan manusia yang lainnya. Sejak dilahirkan manusia membutuhkan bantuan orang lain. Ia memerlukan bantuan makan, minum, dan memenuhi kebutuhan biologisnya. Demikian pula setalah tumbuh lebih besar, berbicara, belajar, berjalan, mengenal benda, mengenal  norma dan sebagainya selalu membutuhkan bantuan orang lain di sekitarnya.
3.      Makhluk ber-Tuhan. Sebagai manusia yang beragama, dalam kehidupannya tidak bisa lepas dari pengakuan terhadap Tuhan. Hanya mereka yang tergolong atheis saja yang tidak mengakuai adanya Tuhan. Sebenarnya mereka yang atheis pun tanpa disadari telah menyatakan kebutuhannya kepada Tuhan meskipun tidak sempurna. Hal ini terbukti denagn aktivitasnya yang menyembah kepada dewa-dewa dan benda-benda lainnya.

       Ø  Implementasi Psikologi Sosial dalam kehidupan masyarakat
Dalam setiap masalah atau kasus yang terjadi di masyarakat pada umumnya disebabkan adanya ketidakseimbangan perhatian atau pembianaan terhadap kedua aspek yang ada di dalam diri manusia, yakni aspek jasmani (raga) dan aspek rohani (jiwa). Keseimbangan kedua aspek tersebut sangat berpengaruh terhadap setiap perilaku individu ketika menyelesaikan permasalahan yang dihadapi dalam berintraksi dengan masyarakatnya.
Terkait hal di atas dapat dicontohkan dalam kasus sebagai berikut: seorang remaja yang berusia 18 tahun yang duduk di bangku SMA memiliki sifat introvert. Lingkungan yang keras dan minimnya pengetahuan tentang keagamaan telah membesarkannya menjadi orang yang mudah terpengaruh pada situasi dan kondisi di lingkungan sekitarnya.
Selain dari lingkungan sekitarnya, kasus yang terjadi pada anak ini juga dilatarbelakangi oleh keadaan keluarganya yang broken home sehingga mengakibatkan pengaruh-pengaruh yang buruk dari lingkunagn keluarga juga denagn mudah memasuki kehidupannya. Hampir tiap malam anak ini bergaul dengan teman di lingkungannya yang sering berjudi dan mabuk-mabukan sehingga proses pendidikannya terganggu.
Terkait dengan kasus kenakalan remaja di atas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pengaruh lingkungan yang buruk dan kurangnya perhatian orang tua (broken home) sangat berpengaruh terhadap perkembangan jiwa keagamaaan dan kerohanian pada diri anak. Dalam hal ini yang paling utama adalah penanaman jiwa keagamaan anak sejak dini. Jadi, peranan keagamaan pada diri anak sangat penting dalam kehidpannya, karena denagn pendidikan agama diharapakan dapat menyaring segala sesuatu yang bersifat negatif dalam kehidupan bermasyarakat. (Arifin, 2004)
Pendidikan agama dalam hal ini adalah pendidikan islam yang tidak dibatasi oleh institusi (kelembagaan) ataupun pada kalangan pendidikan tertentu. Pendidikan islam disini diartikan sebagai upaya yang dilakukan oleh mereka yang memiliki tanggung jawab terhadap pembinaaan, bimbingan, pengembanagn, serta pengarahan potensi yang dimiliki anak agar mereka dapat berfungsi dan berperan sebagaimana  hakikat kejadiannya.
Studi pada kasus di atas memberikan ilustrasi bahwa betapa besarnya pengaruh lingkungan terhadap perilaku individu dalam kelompok sosial. Psikologi Sosial dalam hal ini membantu memberikan pemecahan persoalannya dengan upaya pendidikan keagamaan. Perangsang sosial yang berupa pendidikan keagamaan dan lingkungan sosial yang penuh dengan kekeluargaan diharapkan mampu merubah perilaku individu menjadi lebih baik, sehingga secara bertahap persoalan mendasar dari pengaruh buruk lingkungan akan terkikis dan tergantikan dengan pengaruh yang baik dari pendidikan keagamaan.
















Sunday, 24 February 2013

PERADABAN INDIA (makalah)


 




 PERADABAN INDIA




                                                 Disusun oleh :
                                   
                                   
                                    ^ Ai Elis Hilmi Lismayanti
          ^ Danu Nugraha
          ^ Ima Nurhalimah
          ^ Nenden Maesaroh
          ^ Rypan Supriatna
          ^ Usman Hidatullah
                                 


SMA NEGERI 19 GARUT

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjat kan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,karena berkat rahmat dan bimbingannya akhirnya kami dapat menyusun makalah ini.
Makalah ini kami susun dalam rangka memenuhi salah satu tugas mata pelajaran Sejarah  dan sebagai tambahan bagi referensi belajar kami mengenai bab pusat peradaban kuno di asia khususnya peradaban india,
Dalam segala keterbatasan yang ada,kami mencoba menuangkan yang terbaik dalam makalah ini,namun apabila di temui kelemahan dan kekurangan di dalam nya akan ,merupakan  suatu kebahagiaan bagi kami bila ada saran  dan pertimbangan ke arah perbaikan.
Akhirnya,semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua,AMIN……






                                                                                                          HORMAT KAMI




                                                                                                           PENYUSUN























 DAFTAR ISI
Kata pengantar………………………………………………………………………………….i
Daftar isi……………………………………………………………………………………......ii
Lembar pengesahan…………………………………………………………………………....iii
Bab I pendahuluan……………………………………………………………………………..1
1.1  latar belakang……………………………………………………………………….1
1.2  rumusan masalah …………………………………………………………………..1
1.3  tujuan penelitian ……………………………………………………………………1
1.4  metode penelitian…………………………………………………………………...1
Bab II landasan teori…………………………………………………………………………....2
Bab III pembahasan teori……………………………………………………………………….3
Bab IV penutup ………………………………………………………………………………...
4.1 kesimpulan  ………………………………………………………………………..
4.2 saran………………………………………………………………………………...
Daftar pustaka…………………………………………………………………………………..


































           
            Di ajukan untuk memenuhi salah satu tugas pada mata pelajaran sejarah












                                                                                                   Guru mata pelajaran































Bab 1 PENDAHULUAN

1.1  latar belakang

Peradaban India adalah salah satu peradaban tertua di dunia, yang mencakup lebih dari 4000 tahun yang memiliki banyak peninggalan kuno yang bernilai sejarah tinggi.

1.2  Rumusan masalah

1. Bagaimana latar belakang geografis India ?
2.Suku bangsa apa saja yang ada di India ?
3.Siapakah bangsa Arya itu ?
4.Agama apa saja yang dianut oleh bangsa India ?
5.Bagaimana peradaban sungai indus di bangun ?
6.Apa saja peninggalan kebudayaan harappa ?
7.Apa saja peninggalan kebudayaan mohenjodare ?
8.apa inti dari  kitab ramayana dan mahabarata ?



1.3  tujuan penelitian

Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah untuk menambah pengetahuan dan diharapkan bermanfaat bagi kita semua.

1.4  metode penelitian

Penyusun  mempergunakan metode observasi dan kepustakaan.
Cara-cara yang digunakan pada penelitian ini adalah :
Studi Pustaka
Dalam metode ini penyusun membaca buku-buku yang berkaitan denga penulisan makalah ini dan browsing melalui internet

















LANDASAN TEORI Bab II


            Peradaban adalah sekumpulan konsep tentang kehidupan. Peradaban bisa berupa peradaban spiritual ilahiyah atau
peradaban buatan manusia.Peradaban spiritual ilahiyah lahir dari sebuah aqidah (dasar ideologi), seperti peradaban Islam yang lahir dari Aqidah Islamiyah. Sedangkan peradaban buatan manusia bisa lahir dari sebuah aqidah, seperti peradaban kapitalisme Barat, yang merupakan sekumpulan konsep tentang kehidupan yang muncul dari aqidah sekularisme (pemisahan agama dari kehidupan). Peradaban buatan manusia bisa pula tidak lahir dari sebuah aqidah, semisal peradaban Shinto, Yunani, Babilonia, dan Mesir Kuno juga india.


            India adalah India berasal dari kata yunani Indoi yang berarti bangsa yang mendiami daerah yang digenangi sungai indus, atau sindu dalam bangsa sangsekerta yang sekarang berada didaerah Pakistan. Orang india sering menggunakan nama Hindustan atau Sind yang berasal dari bahasa daerah yang berarti lembah sungai Sindhu. Banyak pula yang menggunakan sebutan Baharataverta yang berarti menyebutkan menempati india dari keluarga Bharata. Nama Aryaverta dipergunakan untuk menyebut india (negeri orang-orang Arya).




























Bab III PEMBAHASAN TEORI

Latar belakang geografis India

 

India yang dimaksudkan meliputi kawasan India, Pakistan, Banglades, Srilangka, yang secara geografis merupakan kawasan tunggal karena berada dalam sub anak benua atau sub kontinen India ,yang oleh ahli ilmu bumi kuno menyatakan daerah ini sebagai Chatuhsamsthana Samsthitam( terbentuk dari empat lekukan atau lekukan).sub continen india yang terbentang dari Himalaya sampai laut, dikela orang hindu sebagai Bharata-Versha atau tanah Bharata yakni seorang raja yang terkenal dalam cerita Purna. Daerah ini termasuk bagian kesatuan Jambu Dwipa yaitu daerah yang dipandang sebagai daerah yang terletak paling dalam dari tujuh benua –pulau menurut faham ahli ilmu perbintangan hindhu. Cerita purana tentang benua ini adalah khayalan , tetapi menurut cerita budha kuno menyatakan bahwa jambu Dwipa adalah wilayah yang dipakai sejak abad 3SM hingga akhir ini digunakan untuk menyebut daerah asia yang berada di luar cina yaitu wilayah kekuasaan keluarga dinasti Maurya .
India merupakan kawasan geografi berbentuk jajaran genjang raksasa yang mempunyai luas sekitar 2.520.300 Km2. luas daerah india menyebabkan secara geopolitik kawasan ini didiami oleh negeri-negeri yang berdaulat yang mempunyai sistem sosial dan politik yang berbeda, bahasa daerah, penduduk yang menempati, jumlah sekte agama yang berbeda membuat pemimpin India mempersatukan penduduk India sebagai Nation ( bansa) yang bulat.
Letak geografis India, bagian Selatan kawasan ini dibatasi oleh pegunbungan Himalaya yang membentang dari afganistan hingga assam di sebelah Timur yang panjangnya 2500km. dinding ini menjadikan rintangan untuk pendatang dari dunian luar bagian Utara. Hubungan dengan luarb dilakukan melaluyi celah Balan, Tochi, Gumal dan Kayber yang terletak di sebelah barat laut india, yang berada di sela-sela pegunungan hindukusi . dibagian Barat daya india terbentang pegunungan terjal menuruni laut Arab yang kaya akan hujan dikarenakan angin muson.

 Suku bangsa yang terdapat di India :

Suku bangsa: Indo-Aryan 72%, Dravida 25%, Mongoloid dan lain-lain 3%

Bangsa Arya

Bangsa Arya atau Indo Arya mendiami kawasan di sebelah timur sungai Indus: Diantara sungai Sutlej dan Yamuna. Arya adalah bangsa pengembara. Mereka memiliki kemampuan bersyair yang tinggi walau tidak mengenal bahasa tulis. Tradisi lisan ini merupakan transisi masa prasejarah dan sejarah. Diduga bahwa syair-syair yang dibuat oleh bangsa Arya dibuat setelah kebudayaan Harappa dan Mohenjodaro runtuh, sekitar 1500-1000 SM. Kedatangannya di India harus menyingkirkan terlebih dulu masyarakat sebelumnya, yakni masyarakat pendukung kebudayaan Mohenjodaro dan Harappa. Ciri masyarakat itu adalah berbahasa Dravida, dan tidak berhidung (menurut kitab Veda), bibir tebal, kulit hitam, dan menyembah dewa phallus (dewa kejantanan).
Bangsa Arya sangat menghargai wanita. Hal itu terbukti ketika para wanita dipercayakan untuk mengatur rumah tangga, membangi kurban, mengatur para budak dan anggota keluarga yang lain. Wanita juga ditugaskan menggiling gandum, mencuci alat-alat dapur, dan melahirkan anak (laki-laki). Budaya Arya sangat mendambakan anak-anak laki-laki, jika tidak diperoleh maka istri bisa dicerai. Begitupula ketika suami meninggal, maka sang istri harus menaiki pancake, tempat pembakaran jenazah suami dan ikut terbakar bersama suami. Abu jenazah serta tulang belulang dicuci dan disimpan dalam guci.
Kebiasaan lain bangsa Arya yaitu gemar melakukan lomba perang-perangan atau lomba memanah. Tari-tarian dilakukan dengan gembira yg diiringi dg music. Mereka juga punya kebiasaan bermain judi (permainan dadu). Perkawinan hanya terjadi pada wanita dewasa dan tidak dikenal poligami, kecuali para kepala suku. Bagi mereka perkawinan adalah sesuatu yang suci. Hal itu dapat dilihat dalam kitab veda: “Saya menggandeng tanganmu untuk kebahagiaan dan kebesaranmu sampai ke hari tua dengan saya suamimu”.

Agama yang dianut oleh bangsa India :

Hindu 80%, Muslim 14%, Kristen 2,4%, Sikh 2%, Budha 0,7%, Jain 0,5%, lainnya 0,4%

  Peradaban Sungai Indus

Kebudayaan lembah sungai indus

Pada masa purba sdi masa inter glasial II sekitar 400.000 hingga 200.000 SM. Sejarah manusia terlihat dari peninggalan yang purba yang berada di Lembah sungai indus yang terkenal peradaban harrapa dan Mohenjodaro sekitar 2300 SM. Letak kebudayaan lembah sungai indus di daerah perbukitan Bukistan yang menghasilkan kebudayaan Nal dan pantai Makran hingga sisi barat delta Indus menghasilkan kebudayaan. Kebudayaan harappa dan mohenjodaro berjarak 800 km yang terletak di sepanjang aliran sungai indus sampai Hyderabad( sekarang).Peradaban lembah sungai Indus:  Kebudayaan sungai indus terletak di lembah sungai Indus( sungai Sindhu) di daerah bagian Punjab( barat laut India). Kebudayaan ini berkembang sejak 3000 Sm. Penelitian kebudayaan dilakukan oleh arkeolog inggris bernama sir John Marshaal yang dibantu oleh Benerji ahli purbakala dari india
Berdasarkan penelitian ini kebudayaan india kuno berpusat di kota Mohenjodaro dan harappa, amri, dan Changko daro.


Pendukung  kebudayaan lembah sungai Indus adalah bangsa dravida dengan ciri kulit hitam, rambut keriting dan hidung pesek. Lembu jantan biasa dianggap sebagai binatang yang keramat demikian pula dengan gajah, badak dan buaya yang banyak di temukan dalam pahatan materai-materai. Mereka juga m,enyembah pohon-pohon besar. Yang ditemukan dalam lukisan –lukisan ( sema cam pohon Bodhi) yang oleh agama budha dianggap sebagai pohon suci.


Pertanian dan perdagangan merupakan tumpuan utama bangasa daravida dengan mempergunakan teknologi pertanmian yang maju dengan membuat saluran-saluran induk dari sungaiu indus. Kemajuan pertanian di lembah sungai indus didukung oleh kesuburan tanah akibat endapan-endapan lumpur yang
dibawa oleh sungai indus dari pegunungan Himalaya.
Di bidang perdagangan penduduk daravida berhubungan dengan bangsa sumeria di lemah sungai Eufrat dan tigris. Benda- benda yang diperdagangkan berupa barang-barang keeramik dan perhiasan yang terbuat dari emas dan perak dihias dengan batu permata. Hal ini terlihat dari peninggalan barang –barang india yang ada di sumeria  Mohenjodaro atau bukit mayat
Digunakan untuk menyebut sebuah bukit yang terletak di dataran Larkana di sebuah jalur sempit tanah yang terletak antara sungai subur sekarang disebut Nakhlistan atau Taman Sindhu. Berdiri sebuah pusat peradaban yaitu Mohenjodaro yang berulang-ulang hancur dikarenakan banjir dari sungai indus yang kemudian didirikan kembali sebanyak tujuh kali.

Bahan makan dari pertanian yang menjadi makanan pokok adalah Gandum kemudian Jawawut dan kurma.
Perternakan yang dikembangkan adalah  Kambing, babi , Ikan dan unggas. Hewan yang hidup berkembang di Mohenjodaro adalah lembu berklasa, kerbau, biri-biri , Gajah ,anjing dan unta yang dijinakkan.
 Kebanyakan daerah yang suka berperang alat-alat perang yang dipakai oleh bangsa
MOhenjodaro adalah buisur dan anak panah, Tameng, penutup kepala, atau baju Zirah. Senjata perang banyak dibuat dari tembaga, perunggu, dan batu.
Bannyak gambar binatang diatas materai yang menunjukkan mutu kesenian dan binatang yang tinggal di lembah sungai indus. Berkembang pula patung pahat dari batu. Materi ini dipakai dalam hubungan perdagangan.
Perdagangan dilakukan dengan daerah-daerah lain india dan asia dari celah-celah dan laut. Komoditi impor perdagangan india dari luar adalah Timah, tembaga, dan batu- batu mulia.  Pertanian adalah mata pencaharian pokok masyayrakat mohenjodaro karena berada di lembah sungai indus yang sering banjir sehingga subur.
 Kesuburan tanah ini digunakan penduduk bertani gandum , jawawut dan kapas yang ditanam dalam jumlah besar. Golongan  tukang kramik,tenun,kayu,batu, besi, mas adalah potensi mata pencaharian lain dari bertani.


Keagamaan mohenjodaro di lakukan pemujaan pada dewi Ibu yang berpengaruh pada patung-patung dewi ibu. Pemikiran penduduk percaya bahwa tenaga wanita sebagai sumber terciptanya segala makluk.
Menyembah dewa laki-laki yang disamakan prototipe dari dewa Siva hal ini
diperkuat beberapa potong batu yang terlihat seperti lingga Siva dewasa ini.
Kepercayaan lain adalah kepercayaan animisme,

Kemunduran peradaban lembah sungai indus antara lain:
1. sering mengalami bencana alam yaitu banjir dari sungai indus
2. adanya desakan dari bangsa Arya
3. perselisihan antara bangsa dravida sebagai pendukung kebudayaan
dengan pendukung kebudayaan lembah sungai Indus.


Peninggalan Kebudayaan Harappa

   Benda-benda yang ditemukan: arca-arca, patung (terra cotta) yang diukir seperti bentuk wanita telanjang dg dada terbuka. Ukiran itu member makna bahwa ibu merupaka sumber kehidupan; alat dapur dari tanah liat, periuk belanga, pembakaran dari batu keras (masih kuat sampai sekarang); sebuah patung pohon disamping dewa (gambaran kesucian pohon bodhi tempat Sidharta menerima wahyu) beberapa ratus tahun kemudian; arca-arca yg melukiskan lembu yg menyerang harimau; lembu yang bertanduk, sebagai gambaran bahwa mereka sangat mensuckan binatang. Hal ini tampak ketika masyarakat India mensucikan sapi sampai sekarang.


 Peninggalan Kebudayaan Mohenjodare
 
     Benda-benda yang ditemukan: huruf, bangunan, perhiasan, alat rumah tangga, permainan anak-anak yang sudah dihiasi berbagai seni gambar dan seni ukir yang indah, mereka telah mengenal biantang: gajah, unta, kerbau, anjing. Berdasarkan benda-benda yang ditemukan di Mohenjodaro, maka dapat disimpulkan bahwa peradaban Lembah Sungai Indus di Mohenjodaro sudah sangat tinggi.


KITAB RAMAYANA DAN MAHABARATA
Inti cerita tersebut adalah kisah perjalanan Bangsa Arya. Kedua, kedudukan pendeta tidak terlalu penting dibading ksatria. Ketiga, kemegahan yg terbesar adalah mati dalam pertempuran, yg bakal menjamin kemasyuran abadi. Prajurit harus ditopang dengan kejujuran ketika berhadapan dengan musuhnya. Sedangkan wanita digambarkan sebagai wanita setengah pria, yg menjadi teman sejati, sumber abadi dari sifat baik, kesenangan dan kekasih dalam keluarga. Istri yg baik adalah telam dalam kesunyian, seorang ayah yang member nasehat, dan suatu peristirahatan dalam menempuh pengembaraan hidup.




















BAB IV


PENUTUP
             
Demikian makalah tentang  Peninggalan peradaban India yang kami buat, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.             


  4.1 kesimpulan
  
   Peradaban LSI sama dengan kebudayaan di Sumeria dan Babylonia: mereka ahli dalam pembuatan barang batu dan logam; mengenal huruf pictograph (huruf yg terdiri dari gambar yg berbentuk binatang, seperti ikan. LSI juga dapat dikatakan lebih tinggi daripada di Eropa pada saat yang sama.

  4.2 Saran
 
   



































DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/peradaban
Sejarah Dunia oleh Mochammad Nazarudin
http://syaharuddin.wordpress.com/2009/09/18/kebudayaan-lembah-sungai-indus-abad-3-sm/