Showing posts with label agent of change. Show all posts
Showing posts with label agent of change. Show all posts

Saturday, 24 January 2015

Mengatasi Masalah dengan CURIGA

Apa yang sedang saya alami sekarang ini mungkin adalah salah satu yang akan menjadi titik balik dari perubahan hidup saya di masa yang akan datang, dari keburukan menuju kebaikan, dari gelap gulita menjadi terang benderang, dari lumuran dosa menjadi suci bersih. husnudzon padaMu Ya Rabb ...
Bila hari ini saya, anda bahkan bangsa ini dilanda masalah, musibah dan bencana yang bertubi-tubi yang selalu saya tekankan pada diri saya sendiri dan ingin saya tularkan kepada anda adalah pasrah, jangan melawan. tidak semata-mata semua masalah dan bencana itu datang tanpa maksud, bisa saja masalah dan bencan itu Allah datangkan sebagai bentuk kasih sayangnya kepada kita. bentuk kasih sayang Allah? iya... percayalah! 
"Siapa yang menabur angin, dialah yang akan menuai badai"
masalah, musibah, maupun bencana yang hari ini menimpa kita. sikapi dengan bijak, hal pertama yang harus kita lakukan, jangan menyalahkan siapa-siapa, jangan mengkambing hitamkan seseorang,situasi atau apapun, lakukanlah introspeksi diri. bisa saja itu semua menimpa kita karena dosa-dosa kita, namun percayalah ... jangan sampai kita menginterpretasikan semua ini sebagai hukuman dariNya... sekali lagi yakinlah bahwa ini teguran karena besarnya kasih sayang Allah kepada kita. tidak semata-mata orang tua menegur anaknya karena marah, setuju? teguran orang tua lebih banyak dilandasi oleh rasa kasih sayang yang besar,tidak ingin terjadi sesuatu yang menyebabkan anaknya sakit atau menderita. lalu bagaimana dengan kasih sayang Allah? masihkah kita mampu mempertanyakan? atas mata yang dapat melihat, mulut yang dapat berbicara, telinga yang dapat mendengar, kaki yang dapat melangkah, akal yang berfungsi, nafas yang masih diberi, sebanyak apapun dosa kita padaNya bila hari ini kita masih diberi kesempatan bernafas maka inilah salah satu bentuk kasih sayang Allah ... Dia menginginkan kita menggunakan semua 'fasilitasnya' sebagai kesempatan dan media untuk mengenalNya dan mencintaiNya sepenuh hati..
"Kasih sayang Allah, melebihi kasih sayang orang tua terhadap anaknya" 
Subhanallah... tak terbayang besarnya kasih sayang Allah kepada kita, iya kan? itulah mengapa salah satu namaNya adalah Ar-Rahman dan Ar-rahiim, maha pengasih dan maha penyayang...
pernahkah kita berfikir pada hal-hal ini, mengapa kita dilahirkan sebagai seorang muslim? mengapa kita lahir ditengah-tengah keluarga kita yang sekarang? dilahirkan dari orang tua yang hari ini kita panggil ayah dan ibu? mengapa kita lahir di negara penganut islam terbesar di dunia? mengapa kita lahir di negara yang saat ini tengah carut marut ditimpa berbagai macam masalah dan bencana alam serta bencana moral sekaligus..
Bila hari ini penganut agamaNya sedang coba di cerai-berai kan, dihancurkan, di adu domba kan oleh kafir laknatullah, curiga lah bahwa kita yang dipilihNya untuk tetap menegakkan agama yang haq di muka bumi ini,bila hari ini negara Indonesia sedang carut-marut CURIGA lah bahwa mulai hari ini kita akan ikut mengambil bagian dalam mengurai kekacauan negeri kita tercinta dan bila hari ini kita ditimpa beragam masalah ... CURIGA lah bahwa Dia merindukan kita... merindukan  pertemuan di sepertiga malam yang syahdu, seorang hamba dengan keyakinannya bangun di sepertiga malam bermunajat pada sang penciptaNya, yakin bahwa Dia sang maha segalanya... perumpamaan bila kita meminta kepada manusia, sekali,dua kali mungkin akan diberi tapi bila meminta terus-menerus... orang yang kita minta mungkin akan kesal dan mengabaikan kita, berbeda bila kita meminta padaNya... semakin banyak kita meminta semakin Dia merasa senang ... Dia lah Allah yang maha segalanya... harta,tahta,wanita sholehah,anak yang baik,kehidupan yang tenteram,hati yang damai.. apapun yang kita mau...
"mintalah padaKu, niscaya akan Kukabulkan"
Untuk apapun masalah yang kita alami hari ini, sebagai manusia, sebagai bagian dari sebuah bangsa yang sedang diuji, sebagai bagian dari penegak agamaNya ...
Bersabarlah... 
"Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu kelelahan, penyakit, atau kesedihan. bahkan DURI yang melukainya melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahan karenanya" (HR.Bukhari no 564) 
 Aamiin Ya Rabbal'Alamin

nb: judul yang saya berikan hanya perumpamaan ... untuk kita yang gampang curiga sebagai manusia.. arahkan segala kecurigaan itu pada hal-hal yang positif sehingga nantinya jadi prasangka yang baik >> Husnudzon

Sunday, 16 November 2014

Mau Kemana Jurusan Pendidikan Sosiologi?

   



           Senin (27/10/14) pagi sekitar pukul 08:30 Saya dan teman-teman berangkat dari Kampus Bumi Siliwangi UPI tercinta :D menuju sekolah SMKN 1 Bandung untuk melakukan observasi, niat kami ya semata-mata melakukan observasi ini untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Kurikulum dan Pendidikan (bahasanya cover makalah banget yah), jadi ini tugas kelompok, dan kelompok Saya berjumlah 4 orang diantaranya ada Oki, Sena, Febriant, dan Saya. well, pada akhirnya dari kampus Saya berangkat berdua dengan Oki karena Sena berangkat dari rumah langsung ke TKP :D sedangkan Febriant berhalangan hadir -_- yang unik Saya dan Oki berangkat ke 'TKP' naik Damri (terus apa uniknya?) ya buat yang udah biasa naik Damri sih gak unik tapi bagi Saya ini pengalaman pribadi Saya naik Damri berdiri di barisan paling depan karena tak ada tempat duduk kosong yang tersisa untuk kami, untungnya hal ini hanya berlangsung selama kurang lebih sekitar sepuluh menit, karena setelahnya banyak penumpang yang turun dan akhirnya kami bisa duduk, sepuluh menit yang mendebarkan, kenapa? ah rasakan saja sendiri bagaimana rasanya berdiri berdesak-desakan dan posisi kita ada di paling depan yang otomatis tidak ada penghalang saat mobil mengerem, percayalah itu sangat mendebarkan ! dan apalagi? tangan Saya rasanya mati rasa karena pegal ! (gak lagi-lagi deh naik Damri yang penuh sesak kayak tadi -_- ) >> kecuali darurat :D

             Tapi guys, bukan pengalaman tentang 'Tragedi Damri' ini yang ingin Saya bahas, tapi pengalaman setelah kita sampai di 'TKP' yaitu di SMKN 1 Bandung, fyi Sena udah tiba disana duluan, berkali-kali Saya minta maaf karena keterlambatan Saya dan Oki -_- Sena bilang gak apa-apa cuma nunggu sejam kok ... I think this kind of eufimisme .. I am really sorry Sen:')
#skip
         
             Ceritanya kita bertiga udah diruang wakasek nih, kita mulai wawancara Bu Rina (Wakasek Kesiswaan SMKN 1 Bandung) yang sebelumnya kita udah buat janji sama beliau, so far selama wawancara instrumen wawancara kita yang seputar Kurikulum 2013 dapat dijawab dengan baik dan sangat jelas oleh beliau, tapi ... ini bagian yang paling menarik, ceritanya wawancara kita selesai, berhubung tugas kita selain wawancara juga ditugaskan oleh dosen untuk meminta RPP, Silabus juga struktur Organisasi sekolah maka Oki dengan sukarela keluar dari ruangan Wakasek untuk fotokopi Silabus, tingalah Saya dan Sena di ruang Wakasek itu bersama Bu Rina dan Guru lain yang sehari-hari bekerja diruangan itu, untuk sesaat kami mengobrol awalnya hanya basa-basi kemudian kembali ke topik wawancara seputar kurikulum 2013 itu lagi, Bu Rina mengatakan bahwa di Kurikulum 2013 mata pelajaran Sosiologi itu tidak ada karena sudah dilebur kedalam mata pelajaran Sejarah Indonesia, jujur Saya kaget karena baru mengetahui hal ini sekarang, dan kemudian Bu Rina bertanya Nah, kalian bagaimana? otomatis apa yang Saya dan Sena juga pasti pikirkan saat lulus nanti apakah ilmu Sosiologi yang kami miliki akan dapat tersalurkan di sekolah-sekolah bila kelak Kurikulum 2013 tetap diterapkan di Indonesia ini? untuk sesaat kami hanya menunjukan wajah bingung, dan kemudian Oki datang, kami langsung tertuju pada Oki dan seketika melupakan obrolan kami tadi. setelah itu kami pamit keluar ruangan untuk mewawancara beberapa siswa yang kebetulan sedang tidak berkegiatan diluar kelas,Singkat cerita kegiatan observasi kami selesai.

Sepanjang perjalanan pulang, Aku memikirkan pertanyaan Bu Rina, Mau Kemana Jurusan Pendidikan Sosiologi? satu hal yang langsung muncul di benak Saya, sebaris kalimat yang sederhana namun begitu bermakna bagi Saya, "ilmu tetaplah ilmu, tak peduli dimanapun engkau mengajarkannya" ya,kalimat itu terus terngiang di fikiranku untuk waktu yang lama setelah kegiatan observasi itu, ilmu... tetaplah ilmu... dimanapun kita mengajarkannya, Saya dan teman-teman Saya dari jurusan Pendidikan Sosiologi yang setiap hari berkutat dengan masyarakat, mengamati fenomena didalamnya, dari mulai hal yang sederhana, kecil dan mungkin dianggap bukan sesuatu yang menarik untuk diperhatikan tapi Saya pribadi dari kejadian sehari-hari didalam masyarakat itu selalu mendapatkan ilmu yang kemudian bisa Saya tuangkan dalam sebuah karya, baik itu karena tugas ataupun karena rasa ingin berbagi makna seperti tulisan ini, dari hal ini Saya dapat mengambil pelajaran, kelak jika Saya sudah lulus dari kampus, jadi apapun Saya nanti, dimanapun Saya bekerja nanti kalau toh memang Saya tidak dapat bekerja ditempat yang 'sesuai' dengan juruan yang Saya ambil, Saya tetap percaya bahwa Saya masih tetap bisa mengamalkan apa yang Saya dapat dari kampus, TIDAK HARUS menjadi tenaga pendidik di kota yang 'katanya' berupah besar dan banyak tunjangan atau tidak menjadi PNS sekalipun, toh kita tetap memiliki kewajiban untuk mengamalkan ilmu yang kita dapat,
cobalah kita untuk  menggugat nurani kita, sekerat daging yang kita sebut hati tanyakan padanya bagaimana jiwa pendidik yang sebenarnya?
> obsesi mengajar di daerah kota dengan upah dan tunjangan yang besar serta titel PNS yang begitu dianggap segalanya?
> lulus dari kampus, ikut program mengajar di daerah terpencil, program selesai dan kembali ke obsesi mengajar di daerah kota dengan upah dan tunjangan yang besar serta kembali memburu titel PNS?
> atau, lulus dari kampus kemudian mengabdikan diri berbagi ilmu dengan saudara-saudara kita yang berada jauh dari jangkauan fasilitas negeri ini yang tak adil? mengabdi untuk waktu yang lama tanpa terpaku pada batas waktu sebuah program, hanya fokus pada bagaimana cara agar mereka yang kita bantu benar-benar merasa terbantu dengan ilmu yang kita amalkan, hanya terus mengukir jawaban atas pertanyaan bagaimana kita bisa menjadi manusia yang bermanfaat? lewat tindakan kita hari ini, esok dan masa yang akan datang. sampai waktu dimana mereka tak lagi membutuhkan kita, sampai waktu dimana mereka tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang kita sebut agent of change yang lebih dari kita.


ini tentang Bagaimana kita akan dikenang oleh mereka yang kita tinggalkan nanti saat kita kembali padaNya.

Untuk hari ini Saya baru dapat berbagi melalui tulisan, seperti hal nya tulisan ini :)
setidaknya. Saya melakukan sesuatu yang disebut berbagi, entah ini ilmu atau bukan yang jelas suatu pengetahuan yang menghasilkan sebuah manfaat jelas adalah sebuah ilmu. sekecil apapun itu tetap tak akan luput dari penilaianNya. semoga tulisan ini menjadi ladang amal Saya. dan bermanfaat bagi teman-teman yang membacanya.

:)